Yang Menarik Dari Jembatan Gladak Kembar di Kota Jember



Kali ini saya akan sedikit mengulas tentang jembatan Gladak Kembar yang ada dikota Jember, seperti apa berikut dibawah ini.👇

Di kawasan ini, terdapat salah satu titik yang paling dikenal banyak orang di jember, yaitu Geladak Kembar. 2 jembatan yang berdampingan ini menjadi bagian penting dari jalan Ahmad Yani, jalur utama yang menghubungkan wilayah selatan dengan pusat kota setiap harinya. Jembatan ini tidak pernah sepi, karena menjadi salah satu rute utama warga, menuju area perdagangan, per kantoran, dan permukiman di tengah kota.

Tidak jauh dari jembatan, terdapat sebuah persimpangan besar, yang menghubungkan beberapa ruas jalan penting. Arah pertama, mengarah kejalan Sumatra. Jalur yang memanjang dari utara keselatan, dan menjadi salah satu akses menuju kawasan yang cukup padat penduduk. Lalu, di sisi lain, terdapat jalan Letnan Dn, Panjaitan, yang mengarah ke timur kota, dan menjadi rute kendaraan menuju jalur propinsi. Termasuk arah menuju Banyuwangi.

Di sisi lain juga terdapat jalan Letnan Suprapto yang mengarah kekebonsari. Jalur yang kemudian menghubungkan ke wilayah selatan kabupatan Jember, dan menjadi akses menuju arah pakem. Sementara itu, arus kendaraan dari Gelada Kembar sendiri, mengarah langsung kejalan Turnojoyo, membawa pengendara menuju pusat kota Jembar, dari sudut pandang kawasan.



Terlihat bagaimana semua arus ini bertemu di satu titik, dan saling mengisi. Menciptakan ritme lalu lintas, yang terus berjalan sepanjang hari, aktivitas warga yang melintas. Kendaraan yang keluar masuk jalur utama, serta suasana sekitar sungai. Semuanya membentuk gambaran has tentang kehidupan perkotaan di wilayah ini.

Di sekitar jembatan, juga terdapat pemungkiman lama yang berdiri cukup rapat. Mengikuti aliran sungai Bedadung yang melewati bawah ke Gladak Kembar. Kawasan ini sudah lama menjadi bagian dari pengembangan kota Jember.

Sehingga bangunan dan tata letaknya terlihat mencerminkan karakter kota dari masa ke masa. Beberapa pohonan besar, memberikan nuansa hijau, yang menambah kesan sejuk, meskipun berada di area yang cukup sibuk. Nama Gladak Kembar sendiri berasal dari kata Geladak, yang berarti jembatan dalam bahasa jawa. Dan kembar, karena memang terdapat dua jembatan yang berdiri berdampingan. Keduanya dibangun untuk menampung meningkatnya mobilitas warga. Seiring bertambahnya penduduk dan berkembangnya wilayah kota keberbagai arah. Nah bagaimana anda yang tinggal dikota Jember dan Banyuwangi punya kenangan atau cerita menarik di Gladak Kembar? Komen dibawah yaa.😁😊




~ THANK ~ YOU ~

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Dijaman sekarang masih ada enggak ya remaja yg pacaran disisi jembatan. Aku berharapnya sih jembatan gladak kembar dijember ini gak untuk tempat begituan kan mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak ada mas orang pacaran disana... Kecuali Jembatan di Jakarta banyak yang pacaran tiap malam.🤣🤣🤣

      Hapus
Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)

Close Menu