Yang Menarik Dari Opang & Ojol dikota Jember
Mungkin jika mendengar Opang atau Ojol saling bergesekan itu hal biasa, seperti dikota-kota besar baik di Jakarta, Surabaya, Bandung serta kota besar lainnya. Dan apa yang mereka debatkanpun cuma hal sepele yaitu masalah penumpang.
Kata Orang.."Gara-gara ada Ojol penghasilan mereka jadi berkurang".... Kata Ojol.."Rezeki sudah ada yang mengatur kenapa luh yang ngotot, luh masuk aja jadi Ojol gitu aja kok repot"..
Dan hal dan gesekan tersebut terus berulang seolah mereka itu anti dengan yang namanya pwrdamaian atau saling membantu. Selain sama Ipang, Ojol juga sering bergesekan dengan angkot dan para debcolector ( penagih kredit motor yang ditugaskan oleh Lising ) Meski ujung-ujungnya damai berapa bulan atau setahun berikutnya hal itu kembali terjadi.
Berbeda dengan Opank dan Ojol yang ada dikota Jember, meski awalnya saling bergesekan akan tetapi Opang dan Ojol dikota Jember sekarang lebih saling bantu-menbatu dalam hal mencari penumpang. Bahkan keduanya kompak membangun koperasi yang diberi nama ‘Giat Bersama Sejahtera’ atau GBS, untuk menunjang kesejahteraan hidup mereka.
Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh perwakilan PT. Gojek Tokopedia dan perwakilan ojek pangkalan, disaksikan langsung oleh Bupati Jember Hendy Siswanto, di Pendapa Wahyawibawagraha, Sabtu 22 September 2024.
Usai penandatanganan kerja sama, mereka bergeser ke Stasiun Jember, dan meresmikan 2 titik jemput penumpang, pertama di Jalan Wijaya Kusuma tepat di depan pintu keluar Stasiun Jember, kedua di Jalan Dahlia.
“Stasiun kalau diibaratkan ladang itu ladang yang basah. Bersyukur kita bersepakat untuk saling mengais rezeki bersama-sama, mendapat manfaat bersama-sama,” kata Siswoyo, perwakilan opang.
Kesepakatan yang ditanda tangani yakni ojol dapat menjemput penumpang di titik terdekat dengan stasiun, sedangkan opang dan tukang becak mendapat kompensasi dari setiap penjemputan ojol, berupa retribusi keamanan dan kebersihan.
“Besaran retribusi yakni Rp1000 untuk ojol roda dua, dan Rp2000 untuk ojol roda empat, yang ditagihkan kepada penumpang di aplikasi. Sehingga penumpang tidak perlu lagi berjalan kaki jauh dari Stasiun Jember,” kata Area Operation Gojek Malang-Banyuwangi, Nurandito Vindyawan.
Bupati Jember Hendy Siswanto mengapresiasi langkah bersama ini. Ia berharap bentuk kerja sama saling menguntungkan kedua pihak ini menjadi contoh bagi daerah lain.
“Pesan saya satu untuk panjenengan semua, harus rukun! Panjenengan semua harus betul-betul taat aturan, taat regulasi koperasi itu sendiri, jangan sampai panjenengan sendiri yang mendirikan koperasi dan panjenengan yang merusak atau menodai,” pesan Bupati Hendy Siswanto. Lebih lanjut, keberadaan koperasi ini sebagai payung hukum bagi opang, dalam kerja sama tersebut. Bupati Hendy juga akan membantu memberdayakan koperasi tersebut.
“Nanti program-program Dinas Koperasi dan UMKM akan bisa berdampak bagi kawan-kawan ojek,” pungkasnya. Nah buat Opank atau Ojol dikota lain ini bisa jadi contoh buat kalian dari pada berdebat atau saling hujat yang tak pernah ada ujung pangkalnya mending mencoba cara yang sudah diterapkan oleh kota Jember Jawa Timur.
Kata Orang.."Gara-gara ada Ojol penghasilan mereka jadi berkurang".... Kata Ojol.."Rezeki sudah ada yang mengatur kenapa luh yang ngotot, luh masuk aja jadi Ojol gitu aja kok repot"..
Dan hal dan gesekan tersebut terus berulang seolah mereka itu anti dengan yang namanya pwrdamaian atau saling membantu. Selain sama Ipang, Ojol juga sering bergesekan dengan angkot dan para debcolector ( penagih kredit motor yang ditugaskan oleh Lising ) Meski ujung-ujungnya damai berapa bulan atau setahun berikutnya hal itu kembali terjadi.
Berbeda dengan Opank dan Ojol yang ada dikota Jember, meski awalnya saling bergesekan akan tetapi Opang dan Ojol dikota Jember sekarang lebih saling bantu-menbatu dalam hal mencari penumpang. Bahkan keduanya kompak membangun koperasi yang diberi nama ‘Giat Bersama Sejahtera’ atau GBS, untuk menunjang kesejahteraan hidup mereka.
Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh perwakilan PT. Gojek Tokopedia dan perwakilan ojek pangkalan, disaksikan langsung oleh Bupati Jember Hendy Siswanto, di Pendapa Wahyawibawagraha, Sabtu 22 September 2024.
Usai penandatanganan kerja sama, mereka bergeser ke Stasiun Jember, dan meresmikan 2 titik jemput penumpang, pertama di Jalan Wijaya Kusuma tepat di depan pintu keluar Stasiun Jember, kedua di Jalan Dahlia.
“Stasiun kalau diibaratkan ladang itu ladang yang basah. Bersyukur kita bersepakat untuk saling mengais rezeki bersama-sama, mendapat manfaat bersama-sama,” kata Siswoyo, perwakilan opang.
Kesepakatan yang ditanda tangani yakni ojol dapat menjemput penumpang di titik terdekat dengan stasiun, sedangkan opang dan tukang becak mendapat kompensasi dari setiap penjemputan ojol, berupa retribusi keamanan dan kebersihan.
“Besaran retribusi yakni Rp1000 untuk ojol roda dua, dan Rp2000 untuk ojol roda empat, yang ditagihkan kepada penumpang di aplikasi. Sehingga penumpang tidak perlu lagi berjalan kaki jauh dari Stasiun Jember,” kata Area Operation Gojek Malang-Banyuwangi, Nurandito Vindyawan.
Bupati Jember Hendy Siswanto mengapresiasi langkah bersama ini. Ia berharap bentuk kerja sama saling menguntungkan kedua pihak ini menjadi contoh bagi daerah lain.
“Pesan saya satu untuk panjenengan semua, harus rukun! Panjenengan semua harus betul-betul taat aturan, taat regulasi koperasi itu sendiri, jangan sampai panjenengan sendiri yang mendirikan koperasi dan panjenengan yang merusak atau menodai,” pesan Bupati Hendy Siswanto. Lebih lanjut, keberadaan koperasi ini sebagai payung hukum bagi opang, dalam kerja sama tersebut. Bupati Hendy juga akan membantu memberdayakan koperasi tersebut.
“Nanti program-program Dinas Koperasi dan UMKM akan bisa berdampak bagi kawan-kawan ojek,” pungkasnya. Nah buat Opank atau Ojol dikota lain ini bisa jadi contoh buat kalian dari pada berdebat atau saling hujat yang tak pernah ada ujung pangkalnya mending mencoba cara yang sudah diterapkan oleh kota Jember Jawa Timur.
Sumber : Jemberkab.go.id

Komentar
Posting Komentar