Asal-Muasal Nama Kota Jember Jawa Timur



Kali ini saya akan mengulas, asal-muasal nama dari Kota Jember. Yaa meski saya tahu di internet sudah banyak yang mengulas hal ini, tapi karena sekarang saya sedang berada dikota Jember ini yaa tidak ada salahnya juga mengulas kembali dari sejarah nama kota Jember tersebut nah berikut ulasan versi saya dibawah ini yang saya ambil dari beberapa sumber dikota tersebut.


Etimologi Nama "Jember"

Ada beberapa versi mengenai asal-usul nama "Jember," tetapi yang paling populer adalah kaitannya dengan kondisi geografis dan lingkungan alamnya di masa lalu.

1. Dari Bahasa Jawa: Kata "Jember" diperkirakan berasal dari kata dalam Bahasa Jawa yang berarti "becek," "berair," atau "tergenang." Hal ini merujuk pada kondisi wilayah Jember di masa lampau yang merupakan dataran rendah dengan banyak rawa dan sawah, sehingga sering becek saat musim hujan.

2. Versi Lain: Ada juga yang mengaitkannya dengan cerita rakyat. Dikisahkan bahwa nama Jember bermula dari kisah kampung nelayan yang dipimpin oleh seorang kepala kampung. Kepala kampung tersebut memiliki anak gadis bernama Jembersari.

Suatu hari, terjadi pertempuran antara rakyat kampung nelayan dengan sekelompok penjahat. Kepala kampung tewas dalam pertempuran. Namun, Jembersari berhasil diselamatkan dan dibawa lari oleh rakyat yang selamat.

Seiring berjalannya waktu, Jembersari tumbuh menjadi perempuan dewasa. Jembersari kemudian dipercaya oleh rakyat untuk menggantikan ayahnya menjadi pemimpin. Di bawah kepemimpinan Jembersari, daerah tersebut perlahan-lahan menjadi daerah yang makmur.

Suatu hari, Jembersari bersama pengawalnya tewas karena diserang oleh sekelompok perampok. Rakyat pun sangat bersedih. Untuk mengenang kebaikan dan kemuliaan Jembersari, rakyat menamai daerah tersebut dengan nama Jember.

3. Cerita legenda selanjutnya berkaitan dengan perjalanan Raja Hayam Wuruk dari Majapahit. Suatu hari, Raja Hayam Wuruk melakukan perjalanan ke Bondowoso, Situbondo, hingga Puger.

Sesampainya di Puger, kereta yang ditumpangi Raja Hayam Wuruk tidak dapat melintas karena jalanan becek. Rombongan Raja Hayam Wuruk lalu mengucapkan kata dalam bahasa Jawa yaitu Jembrek yang berarti becek.

Daerah Puger akhirnya dikenal dengan nama Jember. Kini, Puger menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Jember.


Masa Pra-Kolonial dan Kolonial

Sejarah Jember mulai tercatat lebih jelas pada masa Penjajahan Belanda. Sebelum era kolonial, wilayah ini merupakan bagian dari beberapa kerajaan di Jawa Timur.

MASA KOLONIAL BELANDA

Perkembangan Jember menjadi sebuah kota yang signifikan tak lepas dari komoditas perkebunan yang dibawa oleh Pemerintah Kolonial Belanda.

Awal Mula Perkebunan: Pada abad ke-19, Belanda membuka lahan-lahan luas untuk perkebunan, terutama kopi, karet, dan tebu. Namun, komoditas yang paling mengubah nasib Jember adalah Tembakau Cerutu (Deli-style wrapper tobacco) yang mulai dikembangkan secara masif.

Pusat Administrasi: Karena semakin pentingnya peran Jember sebagai pusat perkebunan, Belanda mendirikan Pusat Administrasi Perkebunan di daerah ini. Pada tahun 1928, didirikanlah sebuah kotapraja (gemeente) yang menandai pengakuan Jember sebagai pusat perkotaan dan administrasi yang mandiri, terpisah dari Kabupaten Besuki.

Infrastruktur: Untuk mendukung pengiriman hasil bumi, Belanda membangun infrastruktur penting, termasuk jalur kereta api yang menghubungkan Jember dengan kota-kota pelabuhan lainnya, yang turut mempercepat pertumbuhan daerah ini.

PEMBENTUKAN DAN PERKEMBANGAN KOTA

Secara resmi, Kabupaten Jember ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa Timur.

Pendidikan: Seiring waktu, Jember tidak hanya dikenal sebagai kota pertanian. Berdirinya Universitas Jember (Unej) pada tahun 1964 menjadikannya sebagai salah satu pusat pendidikan terkemuka di wilayah tapal kuda Jawa Timur.

Budaya dan Pariwisata: Saat ini, Jember juga dikenal melalui event fesyen internasionalnya, Jember Fashion Carnaval (JFC), yang semakin memantapkan posisinya di peta nasional dan global.

Jember yang awalnya hanya sebuah daerah "becek" di jalur timur Jawa, telah bertransformasi menjadi kota yang dinamis, berakar kuat pada sejarah agrarisnya, dan kini merambah ke sektor pendidikan, perdagangan, dan industri kreatif.




~ THANK ~ YOU ~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta & Keinginan

Makanan & Minuman Khas Jember Yang Jadi Favorit Bagi Saya

Uang dan Cinta : Keseimbangan Hati dan Logika